Kata Baku

Diposting pada

Selamat datang di Pakdosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Kata Baku? Mungkin anda pernah mendengar kata Kata Baku? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, ciri, syarat, penyebab, macam, fungsi dan contoh. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Kata Baku

Pengertian Kata Baku

Kata baku adalah kata yang cara pengucapannya atau penulisannya sesuai dengan kaidah yang dibakukan. Kaidah standar yang dibakukan terebut dapat berupa pedoman Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), tata bahasa baku, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dan  kamus umum.


Ciri-Ciri Kata Baku

Berikut ini adalah beberapa ciri-cir kata baku yaitu:

  1. Bukan merupakan ragam bahasa percakapan.
  2. Sesuai dengan konteks kalimat yang dipakai.
  3. Tidak terkontaminasi dan tidak rancu.
  4. Pemakaian imbuhan secara eksplisit.

Syarat-syarat Kalimat Baku

Berikut ini adalah beberapa syarat-syarat kata baku yaitu:

  • Logis.
  • Tidak ada unsur sia-sia (kata tidak diulang-ulang).
  • Tidak terpengaruh bahasa daerah.
  • Subyek jelas.

Penyebab Ketidakbakuan Kalimat

Berikut ini adalah beberapa penyebab ketikbakuan kalimat yaitu:

1. Pelesapan imbuhan

2. Pelesapan awalan

Awalan yang sering dilesapkan mengakibatkan kalimat yang terbentuk menjadi tidak baku ialah me- , men-, ber-, dan di-.

Contoh :

  • Awalan Me-/Men-

Polisi terus mengusut kasus pembunuhan Sumanto. (Baku) Polisi usut terus kasus pembunuhan sumanto. (Tidak Baku)

  • Awalan Ber-

Andi ingin bertanya tentang sesuatu. (Baku) Andi ingin tanya  tenteng sesuatu. (Tidak Baku)


  • Awalan di-

Seorang pencuri dihukum satu tahun. (Baku) Seorang pencuri hukum satu tahun. (Tidak Baku)


3. Pelesapan Akhiran

Ada dua akhiran yang penggunaanya dilesapkan, yaitu akhiran -kan dan -i. yang bisa mengakibatkan kalimat menjadi tidak baku.

Contoh:

  1. Akhiran –kan

Mereka memperlihatkan kebaikannya. (Baku) Mereka memperlihat kebaikannya (Tidak baku)

  1. Akhiran –i

Kami saling mencintai. (Baku) Kami saling mencinta. (Tidak Baku)


4. Pemborosan Penggunaan Kata

Pemborosan kata di mana, daripada, di dalam, dalam, kepada, dari, maka,

Contoh :

Tempat ditemukannya benda itu sudah dicatat. (Baku)

Tempat di mana ditemukannya benda itu telah dicatat. (Tidak Baku)

Peta itu merupakan bagian kabupaten Gresik. (Baku)

Peta itu merupakan bagian daripada kabupaten Gresik. (Tidak Baku)

Anak itu menulis karangan. (Baku)

Anak itu menulis dalam karangan. (Tidak Baku)

Hadirin dimohon berdiri. (Baku)

Kepada hadirin dimohon berdiri. (Tidak Baku)

Hasil selama lima tahun menunjukkan bahwa jumlah kendaraan dan Kota Gresik melebihi fasilitas jalan. (Baku)

Dari hasil selama lima tahun menunjukkan bahwa jumlah kendaraan dan Kota Gresik melebihi fasilitas jalan. (Tidak Baku)

Dengan ini kami sampaikan data seorang ibu dari kelurahan kota baru. (Baku)

Maka dengan ini kami haturkan data seorang ibu dari kelurahan kota baru. (Tidak Baku)


5. Ketidaktepatan pemilihan kata

6. Penggunaan kata bahasa Jawa

7. Penggunaan kata yang termasuk ragam tidak baku

Contoh :

Ia sedang membuat rak buku. (Baku) Ia sedang membikin rak buku. (Tidak Baku)


8. Kesalahan Pembentukan Kata

9. Ketidaktepatan Penggunaan bentuk – nya

Contoh :

Atas bantuan saudara , kami ucapkan terima kasih. (Baku) Atas bantuannya, kami ucapkan terima kasih. (Tidak Baku)


10. Penggunaan Konjungsi Ganda

Contoh :

Karena sakit ia tidak masuk kelas (Baku)

Karena sakit . Maka ia tidak masuk kelas (Tidak Baku)

Meskipun kita tidak berperang , kita harus waspada. (Baku)

Meskipun kita tidak berperang , tetapi kita harus waspada. (Tidak Baku)

Walaupun keringat membasahi seluruh badan , ia tetap bekerja. (Baku)

Walaupun keringat membasahi seluruh badan , namun ia tetap bekerja. (Tidak Baku)


11. Kesalahan Ejaan


Macam-macam Kata Baku

Berikut ini adalah macam-macam kata baku yaitu:

  • Baku dari Segi Lafal

Lafal baku bahasa Indonesia adalah lafal yang tidak “menampakkan” lagi ciri-ciri bahasa daerah atau bahasa asing. Lafal yang tidak baku dalam bahasa lisan pada gilirannya akan muncul pula dalam bahasa tulis karena penulis terpengaruh oleh lafal bahasa lisan itu.

Contoh: Enem = Enam

  Gubug = Gubuk

  Dudu = Duduk


  • Baku dari Segi Ejaan

Ejaan bahasa Indonesia yang baku telah diberlakukan sejak 1972. Nama Ejaan Bahasa Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (disingkat EYD). Oleh karena itu, semua kata yang tidak ditulis menurut kaidah yang diatur dalam EYD adalah kata yang tidak baku. Yang ditulis sesuai dengan aturan EYD adalah kata yang baku.

Contoh :

No

Kata Baku

Kata Nonbaku

1.

Aktif

aktip, aktive

2.

Alquran

Al-Quran, Al-Qur’an, Al Qur’an

3.

Apotek

Apotik

4.

Azan

Adzan

5.

Cabai

cabe, cabay

6.

Daftar

Daptar

7.

Doa

do’a

8.

Efektif

efektip, efektive, epektip, epektif

9.

Elite

Elit

10.

e-mail

email, imel

11.

Februari

Pebruari, February

12.

Foto

Photo

13.

Fotokopi

foto copy, photo copy, photo kopi

14.

Hakikat

Hakekat

15.

Ijazah

ijasah, izajah

16.

Izin

Ijin

17.

Jadwal

Jadual

18.

Jumat

Jum’at

19.

Karena

Karna

20.

Karismatik

Kharismatik

21.

Kreatif

kreatip, creative

22.

Lembap

Lembab

23.

Lubang

Lobang

24.

Maaf

ma’af

25.

Makhluk

Mahluk

26.

Mukjizat

mu’jizat

27.

Napas

Nafas

28.

Nasihat

Nasehat

29.

Objek

Obyek

30.

Provinsi

propinsi, profinsi


  • Baku dari Segi Gramatikal

Secara gramatikal kata – kata baku ini harus dibentuk menurut kaidah –kaidah gramatika.

Contoh :  Beliau ngontrak rumah di Gresik.

Gubernur tinjau daerah longsor.

Tolong bikin bersih ruangan ini.


  • Baku dari Segi Nasional

Kata-kata yang masih bersifat kedaerahan, belum bersifat “nasional” hendaknya jangan digunakan dalam karangan ilmiah. Kalau kata-kata dari bahasa daerah itu sudah bersifat nasional,  artinya, sudah menjadi bagian dari kekayaan kosakata bahasa Indonesia boleh saja digunakan.

Contoh :   Lempeng = Lurus

Semrawut = Kacau

Mudun = Turun

Ngomong = Bicara, dll.


Fungsi Kata Baku

Berikut ini adalah beberapa fungsi dari kata baku yaitu:

  1. Fungsi pemersatu yaitu bahasa baku mempersatukan makna menjadi satu masyarakat bahasa dan dapat meningkatkan proses identifikasi penutur orang seorang.
  2. Fungsi pemberi kekhasan yaitu membedakan bahasa itu dari bahasa yang lain. Misalnya bahasa Indonesia berbeda dengan bahasa Malaysia atau bahasa Melayu Singapura dan Brunei Darussalam. Dengan kata lain, bahasa Indonesia dianggap sudah jauh berbeda dari bahasa Melayu Riau, Johor yang menjadi induknya.
  3. Fungsi pembawa wibawa.Pemilihan bahasa baku membawa satu wibawa atau prestasi seseorang. Fungsi pembawa wibawa berkaitan dengan usaha orang seorang untuk mencapai kesederajatan dengan peradaban lain.
  4. Fungsi kerangka acuan yaitu untuk menerapkan pemakaiannya itu, dan kaidah menjadi dasar benar tidaknya pemakaian bahasa itu. Oleh karena itu, kumpulan unsur bahasa yang disebut kosakata perlu adanya pembakuan, misalnya cewek, nggak, dan entar. Kata-kata itu sudah menjadi bagian kosakata Indonesia, tetapi tidak termasuk ke dalam kelompok yang baku. (Tata bahasa Baku, 1993:13–21)
Baca Lainnya :  Intellectual Capital

Contoh-contoh Kata Baku

Masuknya kata-kata yang digunakan adalah kata-kata umum yang sudah lazim digunakan atau yang perekuensi penggunaanya cukup tinggi.Kata-katayang belum lazim atau masih bersifatkedaerahan sebaiknya tidak digunakan, kecuali dengan pertimbangan- pertimbangan khusus. Misalnya:

Bahasa Baku                              Bahasa Tidak Baku

  • cantik sekal                           cantik banget
  • lurus saja                               lempeng saja
  • masih kacau                          masih sembraut
  • uang                                        duit
  • tidak mudah                          enggak gampang
  • diikat dengan kawat            diikat sama kawat
  • bagaimana kabarnya           gimana kabarnya

Demikian Penjelasan Materi Tentang Kata Baku: Pengertian, Ciri, Syarat, Penyebab, Macam, Fungsi dan Contoh Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi.