Pengertian Filsafat

Diposting pada

Selamat datang di Pakdosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Filsafat? Mungkin anda pernah mendengar kata Filsafat? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, pengertian menurut para ahli, sejarah, ciri, karakteristi, kegunaan, objek, cabang, metode dan kedudukan. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Pengertian Filsafat

Pengertian Filsafat

Secara etimologi kata falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Arab فلسفة, yang juga diambil dari bahasa Yunani; Φιλοσοφία philosophia. Dalam bahasa ini, kata ini merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata (philos = cinta ), (philia = persahabatan) dan (sophia = kebijaksanaan, hikmah, penetahuan, pengalaman praktis dan inteligensi). Sehingga arti harafiahnya adalah seorang “pencinta kebijaksanaan”. Pengertian filsafat secara terminologi sangat beragam dan bersifat subjektiv atau bergantung bagaimana seorang berfikir berdasarkan sudut pandangnya sendiri. Para filsuf merumuskan pengertian filsafat sesuai dengan kecenderungan pemikiran kefilsafatan yang dimilikinya. Kata filosofi yang dipungut dari bahasa Belanda juga dikenal di Indonesia. Bentuk terakhir ini lebih mirip dengan aslinya. Dalam bahasa Indonesia seseorang yang mendalami bidang falsafah disebut “filsuf”. Filsafat, terutama Filsafat barat muncul di Yunani semenjak kira-kira abad ke 7 S.M..Filsafat muncul ketika orang-orang mulai memikirkan dan berdiskusi akan keadaan alam, dunia, dan lingkungan di sekitar mereka dan tidak menggantungkan diri kepada agama lagi untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini.


Banyak yang bertanya-tanya mengapa filsafat muncul di Yunani dan tidak di daerah yang beradab lain kala itu seperti Babilonia, Yudea (Israel) atau Mesir. Jawabannya sederhana: di Yunani, tidak seperti di daerah lain-lainnya tidak ada kasta pendeta sehingga secara intelektual orang lebih bebas. Orang Yunani pertama yang bisa diberi gelar filsuf ialah Thales dari Mileta, sekarang di pesisir barat Turki. Tetapi filsuf-filsuf Yunani yang terbesar tentu saja ialah: Sokrates, Plato dan Aristoteles. Sokrates adalah guru Plato sedangkan Aristoteles adalah murid Plato. Bahkan ada yang berpendapat bahwa sejarah filsafat tidak lain hanyalah “Komentar-komentar karya Plato belaka”. Hal ini menunjukkan pengaruh Plato yang sangat besar pada sejarah filsafat. Buku karangan plato yg terkenal adalah berjudul “etika, republik, apologi, phaedo, dan krito”. Secara umum Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.


Pengertian Filsafat Menurut Para Ahli

Pengertian Filsafat Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah beberapa pengertian filsafat menurut para ahli yaitu:

1. Menurut Plato

Filsafat adalah pengetahuan yg berminat mencapai pengetahuan kebenaran yang asli.


2. Menurut Bertrand Russel

Filsafat adalah sesuatu yg berada di tengah-tengah antara teologi dan sains. Sebagaimana teologi, filsafat berisikan pemikiran-pemikiran mengenai masalah-masalah yang pengetahuan definitif tentangnya, sampai sebegitu jauh, tidak bisa dipastikan,namun jawabannya oleh  para ahli filsafat.


3. Menurut Johann Gotlich Fickte

Filsafat sebagai Wissenschaftslehre (ilmu dari ilmu-ilmu , yakni ilmu umum, yang jadi dasar segala ilmu. Ilmu membicarakan sesuatu bidang atau jenis kenyataan. Filsafat memperkatakan seluruh bidang dan seluruh jenis ilmu mencari kebenaran dari seluruh kenyataan.

Baca Lainnya :  Lensa Cembung

Sejarah Filsafat

Sejarah filsafat adalah laporan suatu peristiwa yang berkaitan dengan pemikiran filsafat. Didalam sejarah filsafat akan diketahui pemikiran-pemikiran yang genius hingga pemikir tersebut dapat mengubah dunia, yaitu dengan ide-ide 1 gagasan-gagasannya yang cemerlang.


Ciri-Ciri Filsafat

Ciri-ciri filsafat dapat diketahui dari objek kajian filsafat. Bila dilihat dari aktivitasnya filsafat merupakan suatu cara berfikir yang mempunyai karakteristik tertentu. Menurut Clarence I. Lewis seorang ahli logika mengatakan bahwa filsafat itu sesungguhnya suatu proses refleksi dari bekerjanya akal. Sedangkan sisi yang terkandung dalam proses refleksi adalah berbagai kegiatan/problem kehidupan manusia. Dalam kegiatan atau problem yang terdapat beberapa ciri yang dapat mencapai derajat pemikiran filsafat adalah sebagai berikut:

  • Sangat umum atau Universal

Pemikiran filsafat mempunyai kecenderungan sangat umum dan tingkat keumumannya sangat tinggi. Karena pemikiran filsafat tidak bersangkutan dengan obyek-obyek khusus, akan tetapi bersangkutan dengan konsep-konsep yang sifatnya umum. Misalnya tentang manusia, tentang keadilan , tentang kebebasan dan lainnya.


  • Tidak Faktual

Pengertian tidak faktual kata lainnya adalah spekulatif, yang artinya filsafat membuat dugaan-dugaan yang masuk akal mengenai sesuatu dengan tidak berdasarkan ada bukti. Hal ini sebagai sesuatu hal yang melampaui batas dari fakta-fakta pengetahuan ilmiah.


  • Bersangkutan dengan nilai

C.J. Ducasse mengatakan bahwa filsafat merupakan usaha untuk mencari pengetahuan, berupa fakta-fakta yang disebut penilaian. Yang dibicarakan dalam penilaian adalah tentang yang baik dan yang buruk, yang susila dan asusila dan akhirnya filsafat sebagai suatu usaha untuk mempertahankan nilai.


  • Berkaitan dengan arti

Di atas telah dikemukakan bahwa nilai selalu dipertahankan dan dicari. Sesuatu yang bernilai tentu di dalamnya penuh dengan arti. Agar upaya para filosof dalam mengungkapkan ide-idenya agar syarat dengan arti, maka para filosof harus dapat menciptakan kalimat-kalimat yang logis dan bahasa yang tepat (ilmiah), kesemuanya itu berguna untuk menghindari adanya kesalahan.


  • Implikatif

Pemikira filsafat yang baik dan terpilih selalu mengandun implikasi (akibat logis), dan dari implikasi tersebut diharapkan akan mampu melahirkan pemikiran baru, sehingga akan terjadi proses pemikiran yang dinamis: dari tesis ke anti tesis kemudian sintesis, dan seterusnya….sehingga tiada habis-habisnya. Pola pemikiran yang implikatif (dialektis) akan dapat menyuburkan intelektual.


Karakteristik Filsafat

Sesuai dengan definisi Endang syaifuddin ansori bahwa filasat adalah meliputi  tentang hakikat semua yang ada secara radikal, integral, dan sistematis. Dari pengertian tersebut secara tidak langsung telah dijelaskan tentang karakteristik filsafat yang meliputi radikal, integral dan sistematis. Berfilsafat adalah berfikir, namun tidak semua berfikir adalah berfilsafat. Berfikir filsafat mempunyai karakteristik atau ciri-ciri khusus. Bermacam-macam buku menjelaskan cirri-ciri berfikir filsafat dengan bermacam-macam pula. Tidak lain diantaranya akan dijelaskan sebagai berikut.

1. Radikal

Berfilsafat berarti berfikir radikal. Filsuf adalah pemikir yang radikal. Karena berfikir secara radikal, ia tidak akan pernah berhenti hanya pada suatu wujud realitas tertentu. Keradikalan berfikirnya itu akan senantiasa mengobarkan hasratnya untuk menemukan realitas seluruh kenyataan, berarti dirinya sendiri sebagai suatu realitas telah termasuk ke dalamnya sehingga ia pun berupaya untuk mencapai akar pengetahuan tentang dirinya sendiri. Telah jelas bahwa artinya berfikir radikal bisa diartikan berfikir sampai ke akar-akarnya, tidak tanggung-tanggung, sampai kepada konsekuensinya yang terakhir. Berfikir itu tidak setengah-setengah, tidak berhenti di jalan tetap terus sampai ke ujungnya. Berfikir radikal tidak berarti hendak mengubah, membuang atau menjungkirbalikkkan segala sesuatu, melainkan dalam arti sebenarnya, yaitu berfikir secara mendalam. Untuk mencapai akar persoalan yang dipermasalahkan. Berfikir radikal justru hendak memperjelas realitas.


2. Integral

Integral yang berarti mempunyai kecenderungan untuk memperoleh pengetahuan yang utuh sebagai suatu keseluruha atau filsafat memandang objeknya secara integral.


3. Sistematis

Sistematis disini artinya susunan dan urutan (hierarki), juga kaitan suatu masalah dengan materi atau masalah lain yang terdapat pada filsafat. Lantas, apa yang dimaksud dengan materi atau permasalahn filsafat dan bagai mana susunan dan hubungan satu masalah dengan masalah yang terjadi? Menurut Langeveld (1959) mengajukan tiga masalah  pokok dalam filsafat yang melahirkan jenis jenis filsafat, disebut dengan problematika filsafat. Ketiga masalah tersebut antara lain:

  1. Masalah mengenal dan mengetahui atau cognition
  2. Masalah segala sesuatu atau metafisika
  3. Masalah penilaian dan aksiologi
Baca Lainnya :  Transistor adalah

Kegunaan Filsafat

Berikut ini adalah beberapa kegunaan filsafat yaitu:

  • Pada umumnya dapat dikatakan bahwa dengan belajar filsafat semakin menjadikan orang mampu untuk menagani berbagai pertanyaan mengajar manusia yang tidak terletak dalam wewenang metodis ilmu-ilmu khusus.
  • Menambah ilmu pengetahuan sehingga dapat membantu penyelesaian masalah dengan

Objek Materi Filsafat dan Objek Formal Filsafat

Berikut ini adalah beberapa objek materi dan objek formal filsafat yaitu:

1. Objek Materi Filsafat

Adalah segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada yang meliputi segala sesuatu yang konkrit seperti manusia,benda,binatang,dan lain-lain maupun yang bersifat abstrak. Tentang objek materi ini banyak yang sama dengan objek materi sains, bedanya ialah dalam dua hal pertama: sains menyelidiki hal yang empiris, filsafat menyelidiki objek itu juga tetapi bukan bagian yang empiris melainkan bagian yabg abstrak. Kedua:ada objek materi filsafat yang tidak diteliti oleh sains seperti Tuhan,hari akhir, yaitu objek materi yang untuk selama-lamanya tida empiris jadi objek materi filsafat lebih luas dari objek materi sains.


2. Objek Formal Filsafat

Cara memandang seorang peneliti terhadap objek materi tertentu. Suatu objek materi tertentu dapat ditinjau dari berbagai macam sudut pandang yang berbeda, yang mana objek formal filsafat ialah penyelidikan yang mendalam artinya ingin taunya filsafat ingin tau bagian dalamnya. Kata mendalam artinya ingin tahu tentang objek yang tidak empiris. Penyelidikan sains tidak mendalam karea ia hanya ingin tau sampai batas objek itu dapat diteliti secara empiris.sedangkan objek penelitian filsafat adalah pada daerah tidak dapat diriset tetapi dapat dipilarkan secara logis jadi sains menyelidiki dengan riset sedangkan filsafat menyelidiki dengan pemikiran.


Cabang-Cabang Filsafat

Dalam studi filsafat untuk memahaminya secara baik kita harus mempelajari ccabang-cabang filsafat :

  • Metafisika

Metafisika berasal dari bahasa yunani meta ta phisika yang berarti hal-hal yang berada sesuda fisika istilah tersebut dapat didefinisikan sebagai ilmu tentangsegala sesuatu secara mendalam atau sifat yang terdalam dari suatu kenyataan .dibandingkan dengan ilmu fisika yaitu yang mempelajari gejala-gejala fisik ilmu biologi yang mempelajari fisis dan makhluk hidup. Maka metafisika mempelajari dan membahas tentang keberadaan segala sesuat benda fisis dari segi hakikatnya yang terdalam  yang memuat suatu bagian dari prsoalan dari filsafat yang:

  1. Membicarakan tentang prnsip-prinsip yang paling universal
  2. Membicarakan sesuatu yang bersifat keluarbiasaan
  3. Membicarakan persoalan-persoalan seperti: hubungan akal dengan benda,hakikat perubahan,pengertian tentang kemerdekaan,wujud tuhan,kehidupan setelah mati dan lain-lain.

  • Epistemologi

Epistermologi berasal dari bahasa yunani epistermo (pengetahuan) secara umum epistermologi adalah cabang filsafat yang membahas tentang sumber-sumber,karakteristik dan kebenaran pengetahuan temtang 3 persoalan pokok dalam epistermologi yaitu:

  • Problem asal pengetahuan (orgin) Apakah sumber-sumber pengetahuan?dari manakah pengetahuan yang benar itu datang?
  • Problem penampilan (appearance) Apakah yang menjadi karakteristik dari pengetahuan ? apakah dunia yag riil di luar akal dan kalau ada dapatkah kita mengetahuinya?
  • Problem mencoba kebenaran (virification) Apakah pengetahuan itu benar? bagaimana kita membedakan antara kebenaran dan kekeliruan?

  • Logika

Adalah bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari segenap asa,aturan dan tata cara penalaran yang benar.pada mulanya logika sebagai pengetahuan rasional.logika pada hakikatnya mempelajari teknik-teknik untuk memperoleh kesimpulan dari suatu bahan-bahan tertentu.oleh Aristoteles logika disebutnya sebagai analitik yang kemudian dikembangkan oleh para ahli abad tengah yang disebut logika tradisional.mulai abad ke-19 George Boole logika tradisional dikembangkan menjadi logika moderen ,sehingga dewasa ini logika menjadi bidang pengetahuan yang amat luas yang tidak lagi-lagi semata bersifat falsafati tetapi bercorak teknis dan ilmiah.

Baca Lainnya :  Sosialisasi Politik

  • Etika

Etika/prilaku filsafat sebagai suatu cabang filsafat yang membicarakan tindakan manusia dengan penekan baik dan buruk.terdapat dua permasalahan, yaitu yang menyangkut tindakan dan baik-buruk.apabila permasalahan jatuhh pada tindakan maka etika disebut sebagai “filsafat praktis” sedangkan jatuh pada baik-buruk maka etika disebut “filsafat normatif”. Dalam pemahaman etika sebagai pengetahuan mengenai baik-buruk dalam tindkan mempunyai persoalan yang luas.sejalan dengan ini etika berbeda dengan agama yang didalamnya juga memuat dan memberikan norma baik-buruk dalam tindakan manusia.karena etika mengandalkan pada rasio semata yang lepas dari sumber wahyu agama yang dijadikan sumber norma ilahi dan etika lebih cenderung bersifat analitis dari pada praktis.sehingga etika adalah ilmu yang berkerja secara rasional.


  • Metodologi

Metodologi adalah cabang filsafat yang membahas tentang metode terutama dalam kaitannya dengan metode ilmiah. Hal ini sangat  penting dalam ilmu pengetahuan terutama dalam proses pengembangannya.misalmnya metode ilmiah dalam ilmu sejarah,dalam ilmu sosiologi,dalam ilmu ekonomi dan lain sebagainya.


  • Estetika

Estetika adalah cabang filsafat yang membahas tentang keindahan estetika.kata estetika berasal dari bahasa yunani aesthetikaos yang artinya bertalian dengan pencerapan (pengginderaan) .


Metode-Metode Filsafat

Metode yang digunakan memecahkan problem-problem filsafat, berbeda dengan metode yang digunakan untuk mempelajari filsafat. Ada tiga macam metode untuk mempelajari filsafat, diantaranya:

1. Metode Sistematis

Metode ini bertujuan agar perhatian pelajar/ mahasiswa terpusat pada isi filsafat, bukan pada tokoh atau pada metode. Misalnya, mula-mula pelajar atau mahasiswa menghadapi teori pengetahuan yang berdiri atas beberapa cabang filsafat. Setelah itu mempelajari teori hakikat, teori nilai atau filsafat nilai. Pembagian besar ini dibagi lebih khusus dalam sistematika filsafat untuk membahas setiap cabang atau subcabang itu, aliran-aliran akan terbahas.


2. Metode Histories

 Metode ini digunakan untuk mempelajari filsafat dengan cara mengikuti sejarahnya dapat dibicarakan dengan demi tokoh menurut kedudukannya dalam sejarah. Misal dimulai dari pembicarakan filsafat thales, membicarakan riwayat hidupnya, pokok ajarannya, baik dalam teori pengetahuan, teori hakikat,  maupun dalam teori nilai. Lantas dilanjutkan dalam membicarakan Anaxr mandios Socrates, lalu Rousseau Kant dan seterusnya sampai tokoh-tokoh kontemporer.


3. Metode Kritis

Metode ini digunakan oleh orang-orang yang mempelajari filsafat tingkat intensif. Sebaiknya metode ini digunakan pada tingkat sarjana. Disini pengajaran filsafat dapat mengambil pendekatan sistematis ataupun histories. Langkah pertama ialah memahami isi ajaran, kemudian pelajar mencoba mengajukan kritikannya, kritik itu mungkin dalam bentuk menentang. Dapat juga berupa dukungan. Ia mungkin mengkritik mendapatkan pendapatnya sendiri ataupun menggunakan pendapat filusuf lain.  Jadi, jadi jelas tatkala memulai pelajaran amat diperlukan dalam belajar filsafat dengan metode ini.


Kedudukan Ilmu, Filsafat, dan Agama

Ilmu, filsafat dan agama mempunyai hubungan yang terkait dan rekletif deengan manusia,dikatakan terkait karena ketiganya tidak dapat bergerak dan berkembang apabila tidak ada tigal alat dan tenaga utama yang berada didalam diri manusia.tiga alat dan tenaga utama manusia adalah akal pikiran,rasa, dan keyakinan.sehingga dengan tiga hal terebut manusia dapat mencapai kebahagiaan bagi dirinya.

  • Filsafat dan ilmu pengetahuan

Dalam memahami pengertian filsafat dan perbedaannya  dengan ilmu pengetahuan yang lainnya.ilmu mendasarkan pada akal pikiran lewat pengalaman dan indra dan filsafat mendasarkan pada otoritas akal murni secara bebas terhadap kenyataan dan pengalaman terutama dikaitkan dengan kehidupan manusia


  • Filsafat dan Agama

Filsafat mendasarkan pada otoritas akal murni secara bebas dalam penyelidikan terhadap kenyataan dan pengalaman terutama dikaitkan dengan kehidupan manusia sedangkan agama mendasarkan pada wahyu.


Demikian Penjelasan Materi Tentang Pengertian Filsafat : Pengertian, Pengertian Menurut Para Ahli, Sejarah, Ciri, Karakteristi, Kegunaan, Objek, Cabang, Metode dan Kedudukan Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi.