Pengertian Prosa

Diposting pada

Selamat datang di Dosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Prosa? Mungkin anda pernah mendengar kata Prosa? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, pengertian menurut para ahli, ciri dan unsur. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

11 Pengertian Prosa Menurut Para Ahli dalam Bukunya

Pengertian Prosa

Istilah prosa berasal dari bahasa Latin, yaitu “prosa” yang berarti terus terang. Sehingga prosa dapat dikatakan sebagai suatu karya sastra yang digunakan untuk mendiskripsikan suatu fakta. Arti tulisan dalam prosa bersifat denotatif, yang artinya tulisan yang mengandung makna sebenarnya. Walaupun terkadang terdapat kata kiasan di dalamnya, hal tersebut hanya berfungsi sebagai ornamen untuk memperindah tulisan dalam prosa tersebut. Secara umum, prosa dapat diartikan sebagai suatu jenis tulisan di mana variasi ritme yang dimilikinya lebih besar, dengan bahasa yang sesuai dengan arti leksikal-nya atau arti sebenarnya. Prosa dapat juga berarti  suatu karya sastra yang bentuknya tulisan bebas dan tidak terikat dengan berbagai aturan dalam menulis seperti rima, diksi, irama, dan lain sebagainya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, prosa diartikan sebagai karangan bebas (tidak terikat oleh kaidah yang terdapat dalam puisi).

Pengertian Prosa Menurut Para Ahli

Berikut ini terdapat 11 pendapat dari para ahli mengenai pengertian prosa, yakni sebagai berikut:

1. Pengertian Prosa Secara Umum

Pengertian prosa ialah suatu kreasi sastra yang rangkanya tulisan terbuka dan tidak terjalin dengan beragam macam ketentuan dalam menulis seperti rima, diksi dan irama.


2. Menurut Wikipedia

Menurut pendapat dari wikipedia, prosa ialah suatu macam tulisan yang diselisihkan dengan puisi karena ragam irama atau tempo yang dipunyai sangat besar dan tutur cakapnya yang sangat sesuai dengan makna leksikalnya.

Baca Lainnya :  Pengertian Alinea

3. Menurut H.B. Jassin

Menurut pendapat dari H.B. Jassin, prosa ialah pelisanan seseorang pengarang dengan gagasan atau ide yang berbeda dengan puisi yang sebagai pelisanan seseorang pengarang dengan pendirian.


4. Menurut Zainuddin

Menurut pendapat dari Zainuddin, prosa ialah ekspose kejadian secar nyata dengan penjelasan semua gagasan atau ide dan juga semua pendirian serta tidak terjalin dengan peraturan-peraturan spesifik dalam sebuah kreasi sastra.


5. Menutur Aminuddin

Menurut pendapat dari Aminuddin, prosa ialah cerita atau kisah yang diemban oleh tokoh spesifik dengan mencermati, kerangka, langkah dan hubungan.


6. Menurut M. Saleh Saad Dan Anton M. Muliono

Menurut pendapat dari M. Saleh Saad Dan Anton M. Muliono, prosa ialah suatu bentuk kisah atau cerita jalan cerita yang diperoleh oleh ketajaman fantasi.


7. Menurut Henry Guntur Taringan

Menurut pendapat dari Henry Guntur Taringan, prosa ialah kreasi sastra fantasi dalam bahasa Indonesia secara sempit dari buah hasil fantasi.


8. Menurut Teeuw

Menurut pendapat dari Teeuw, prosa ialah suatu bentuk kisah jalan cerita yang berupaya menjelaskan suatu kebenarannya.


9. Menurut Herman J. Waluyo

Menurut pendapat dari Herman J. Waluyo, prosa ialah kreasi sastra dibagi menjadi 3 bagian yakni roman, novel dan kisah cerpen.


10. Menurut Ardi Yudi Pradana

Menurut pendapat dari Ardi yudi Pradana, prosa ialah kreasi sastra berjalan cerita yang berbentuk fakta, bukan berbentuk fakta.


11. Menurut KBBI

Menurut pendapat dari KBBI, prosa ialah karya tulis terbuka (tidak terjalin oleh aturan yang diperoleh dalam puisi).


Ciri-Cri Prosa

Secara umum, prosa mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
  • Bentuknya bebas

Prosa berbentuk bebas, maksudnya prosa tidak terikat dengan aturan penulisan sebagaimana puisi.


  • Memiliki tema

Setiap prosa pasti mempunyai tema yang menjadi dasar dalam cerita dan merupakan pokok bahasan di dalamnya.


  • Terdapat urutan peristiwa

Biasanya di dalam prosa terdapat alur cerita yang menjelaskan urutan peristiwa. Alur peristiwa tersebut ada yang berbentuk alur mundur, maju, atau bahkan campuran.


  • Terdapat tokoh di dalamnya

Seperti karya sastra lain, dalam prosa terdapat tokoh, baik itu manusia, hewan, ataupun tumbuh-tumbuhan.

Baca Lainnya :  Imitasi adalah

  • Memiliki latar

Dalam prosa terdapat latar pda masing-masing kejadian, baik itu latar tempat, waktu, atau juga suasana.


  • Terdapat amanat

Dalam prosa mengandung amanat yang ingin disampaikan kepada pembaca atau pendengarnya, sehingga bisa mempengaruhi mereka.


  • Pengaruh bahasa asing

Prosa dapat dipengaruhi atau tidak dipengaruhi oleh bahasa asing.


  • Nama pengarang

Setiap prosa pasti ada nama pengarangnya, hanya saja nama pengarang tidak selalu dipublikasikan.


  • Mengalami perkembangan

Prosa selalu mengalami perkembangan karena dipengaruhi perubahan yang ada di masyarakat.


Unsur-Unsur Prosa

Terdapat dua unsur yang membentuk prosa, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Berikut penjelasannya :

1. Unsur Intrinsik Prosa

Unsur intrinsik atau struktur dalam adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. Unsur-unsur inilah yang menyebabkan karya sastra hadir sebagai karya sastra, unsur-unsur yang secara faktual akan dijumpai jika orang membaca karya sastra. Unsur intrinsik prosa terdiri dari :
  1. Tema, adalah yang menjadi pokok masalah atau persoalan sebagai hahan karangan, yang diungkapkan dalam suatu cerita oleh pengarangnya. Tema prosa fiksi terdiri dari tema utama dan beberapa tema bawahan, sedangkan untuk cerita pendek hanya memiliki tema utama saja.
  2. Amanat, adalah pesan-pesan yang disampaikan oleh pengarang melalui cerita yang digubahnya. Amanat yang disampaikan oleh pengarang dilakukan dengan dua cara, yaitu secara eksplisit (terang-terangan) dan secara implisit (tersirat/tersembunyi) dalam karya tulisannya.
  3. Alur/Plot, adalah urutan atau kronologi peristiwa yang dilukiskan pengarang dalam suatu cerita yang mana alur satu terjalin dengan alur yang lainnya.
  4. Tokoh, adalah pelaku di dalam cerita dan mengambil peranan dalam setiap insiden-insiden.
  5. Penokohan, adalah pelukisan watak atau arakter dari para tokoh di dalam cerita.
  6. Latar, yaitu lingkungan (tempat/lokasi, waktu, dan suasana) terjadinya suatu peristiwa di dalam cerita.
  7. Sudut pandang, adalah status atau kedudukan pengarang dalam cerita. Terdapat empat macam sudut pandang, yaitu : pengarang sebagai orang pertama sebagai pelaku utama (aku), pengarang sebagai orang pertama sebagai pelaku sampingan, pengarang berada di luar cerita sebagai orang kedua, dan kombinasi atau campuran maksudnya adalah kadang-kadang di dalam kadang-kadang di luar cerita.
  8. Gaya bahasa (majas), adalah cara yang digunakan oleh pengarang untuk mengungkapkan maksud dan tujuannya, baik dalam bentuk kata, kelompok kata, kalimat (struktur) biasa atau majas.
Baca Lainnya :  Pengertian Joint Venture

2. Unsur Ekstrinsik Prosa

Unsur ekstrinsik atau struktur luar adalah unsur-unsur yang berasal dari luar aspek sastra, yang ikut membangun penyusunan suatu karya sastra. Unsur ekstrinsik prosa terdiri dari :
  • Nilai-nilai dalam cerita.
  • Latar belakang kehidupan pengarang.
  • Situasi sosial ketika cerita itu diciptakan.

Jenis-Jenis Prosa

Prosa memiliki makna yang luas. Berdasarkan hal tersebut, prosa tidak hanya merujuk pada salah satu genre tulisan sastra saja, melainkan juga karya non fiksi, seperti esai, artikel, dan lain sebagainya. Berdasarkan isinya, prosa dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :
  • Prosa Fiksi

Prosa fiksi adalah kisah yang memiliki pemeran, latar, serta tahapan rangkaian peristiwa yang dihasilkan oleh imajinasi penulisnya sehingga menjalin suatu kesatuan kisah. Yang dimaksud dengan imajinasi adalah cerminan kenyataan dati berbagai pengalaman, pengetahuan, dan literasi penulisnya.

  • Prosa Non Fiksi

Prosa non fiksi adalah karya tulis yang dapat berupa kisah, runtan peristiwa atau gagasan yang dikemas secara baratif dan berasal dari kenyataan yang berasal dari data-data faktual, ilmiah, dan dapat dipercaya. Prosa non fiksi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, sebagai berikut :
  • Esai, yaitu tulisan yang isinya adalah opini dan sudut pandang pribadi dari penulisnya, mengenai sesuatu yang menjadi pokok pembahasan dalam tulisan tersebut.
  • Resensi, yaitu tulisan berupa intisari yang disampaikan menurut sudut pandang pribadi penulisnya mengenai karya lain yang dapat berupa karya sastra, musik, seni teater, film, dan lain sebagainya. Resensi dapat memuat penafsiran yang dihasilkan oleh penulis resensinya, bukan pencipta karya yang diresensikan.
  • Kritik, yaitu tulisan apresiasi, penjabaran, dan penilaian dari suatu karya seperti karya sastra, karya seni rupa, seni musik, film, dan lain sebainya. Kritik dilandaskan pada teori struktur formal dari suatu karya tersebut, meliputi analisis formal, penafsiran hingga ke penilaian obyetif yang dapat dilakukan dengan membandingkannya dengan karya serupa lain.

Demikian Penjelasan Materi Tentang Pengertian Prosa: Pengertian, Pengertian Menurut Para Ahli, Ciri dan Unsur Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi.