Sel Hewan

Diposting pada

Selamat datang di Dosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Sel Hewan? Mungkin anda pernah mendengar kata Sel Hewan? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, komponen, fungsi, struktur, perbedaan, bentuk dan organel. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Sel Hewan : Pengertian, Komponen Serta Fungsi Sel Hewan

Pengertian Sel Hewan

Sel hewan adalah sel eukariotik yang berada pada semua hewan. biasanya sel hewan ialah sebuah unsur organel paling kecil yang mempunyai selaput tipis. Sel hewan mempunyai kelebihan dalam membuat ganda secara mandiri dengan cara melangsungkan pembelahan sel. Dalam sel hewan diperoleh suatu larutan koloid yang menyimpan senyawa kimia. Senyawa tersebut digunakan untuk menjalankan fotosintesis.


Komponen-Komponen Serta Fungsi Sel Hewan

Berikut ini terdapat beberapa komponen-komponen serta fungsi sel hewan, yakni sebagai berikut:

  • Membran Sel

Membran sel ialah salah satu komponen sel yang paling luar dan digunakan sebagai pelapis sel. Pada komponen membran sel ini terstruktur atas protein. Selain itu fungsi penting yang lainnya yakni seperti pengelola mineral dan nutrisi yang terkanding di dalam maupun luar sel.

Membran Sel

Berikut ini ada beberapa fungsi dari membran sel, antara lain sebagai berikut:

  • Untuk pengelola mineral dan nutrisi yang keluar masuk sel
  • Menjadi pelindung atau pelapis sel
  • Menjadi pemeroleh rangsangan dari luar
  • Tempat terbuka beragam hasil kimia

  • Sitoplasma

Sitoplasma ialah komponen sel berupa cairan sel yang mempunyai bentuk hampir sama seperti gel. Sitoplasma mempunyai dua bentuk yakni cair dan padat. Cairan yang terkandum dalam nukleus adalah Nukleoplasma. Komponen sel hewan terangkai dari protein dan 90% air sehingga sitoplasma digunakan sebagai pelarut. Jika konsentrasi rendah lalu akan menjadi padat dan lembut adalah gel. Demikian sebaliknya, saat konsentrasi air tinggi lalu akan menjadi cair adalah sol.

sitoplasma

Berikut ini ada beberapa fungsi dari sitoplasma, antara lain sebagai berikut:

  • Menjadi daerah berlaku metabolisme sel
  • Menjadi asal subjek kimia sel

  • Retikulum Endoplasma

Retikulum Endoplasma ialah komponen sel terbesar kedua sesudah mitokondria. Retikulum endoplasma membangun hubungan interkoneksi rata tembusan yang membentuk seperti benang-benang jala. Ada 2 jenis retikulum endoplasma ialah retikulum endoplasma kasar dan retikulum endoplasma halus. Retikulum endoplasma kasar digunakan untuk menahan protein yang terjadi di ribosom. Sedangkan, Retikulum endoplasma kasar akan mereket oleh ribosom dan retikulum endoplasma halus tidak mereket oleh ribosom.

retikulum endoplasma

Berikut ini ada beberapa fungsi dari retikulum endoplasma, antara lain sebagai berikut:

  • Menjadi daerah untuk menanam fospolipid, steroid dan glikolipid
  • Menjadi daerah pembawa sintesis, steroit dan lemak
  • Mengakomodasi detoksifikasi beragam sel yang berbahaya di dalam sel retikulum endoplasma halus
  • Menjadi sintesis protein retikulum endoplasma kasar

  • Mitokondria

Mitokondria disebut juga dengan mesin sel, rangka mitokondria hampir sama dengan cerutu dan mempunyai dua lapisan membran yang bengkok bernama kristas. Glukosa dan oksigen bahu membahu dalam pembuatan energi untuk metabolisme dan kegiatan seluler dalam komponen sehingga mitokondria disebut dengan The Power House of Cell, sebab bisa menciptakan energi. Dalam bentuk tunggal, mitokondria disebut juga dengan mitokondrion. Mitokondrion dapat berubah energi kimia menjadi energi lainnya.

Mitokondria

Berikut ini ada beberapa fungsi dari nitokondria, antara lain sebagai berikut:

  • Menjadi daerah respirasi seluler
  • Menjadi menciptakan energi dalam bentuk ATP

  • Mikrofilamen

Mikrofilamen terwujud dari protein, aktin dan miosin. Bentuk mikrofilamen sama dengan mikrotubulus, akan tetapi ukurannya lebih mini dan lebih lembut. Mikrofilamen difungsikan dalam pergerakan sel, eksositosis dan juga endositosis.

Baca Lainnya :  Lapisan Atmosfer

Mikrofilamen


  • Peroksisom

Peroksisom ialah kantung kecil yang memuat enzim katalase. Peroksisom digunakan untuk memaparkan sisa metabolisme berbentuk peroksida yang berupa toksik menjadi air dan oksigen yang berbahaya bagi sel. Peroksisom ini banyak diperoleh di ginjal dan sel hati.

Peroksisom

Berikut ini ada beberapa fungsi dari peroksisom, antara lain sebagai berikut:

  • Mengganti lemak menjadi karbohidrat
  • Memaparkan peroksida menjadi air dan oksigen.

  • Mikrotubulus

Mikrotubulus diperoleh dalam sitoplasma yang ada di sel eukariot. Bentuk mikrotubulus berupa panjang berongga seperti silindris dengan diameter 12 nm dan siameter luar 25 nm. Mikrotubulus ini terjadi atas tubulin ialah molekul berwujud bundar yakni protein globurat. Pada saat tertentu, tubulin akan spontan menjadikan silindris panjang berongga.

Mikrotubulus

Berikut ini ada beberapa fungsi dari mikrotubulus, antara lain sebagai berikut:

  • Memelihara sel
  • Membagi bentuk sel
  • Berfungsi dalam pembentukan flagela, silia dan sentriol

  • Badan Golgi

Badan golgi berfungsi ekskresi bagaikan ginjal dan juga bisa didapati di semua sel eukariotik. Bentuk badan golgi bagaikan kantong pipih dengan berbagai ukuran mulai dari mini sampai besar dan tergabung dengan membran.

Badan Golgi

Berikut ini ada beberapa fungsi dari badan golgi, antara lain sebagai berikut:

  • Menghasilkan vesikula (kantung) untuk eksresi
  • Menghasilkan lisosom
  • Menghasilkan membran plasma
  • Mengoperasikan protein

Struktur Sel Hewan

Protoplasma sel hewan tersusun atas tiga bagian utama, yaitu :

1. Membran Sel (Cell Membrane/Plasma Membrane)

Membran sel atau membran plasma merupakan bagian sangat penting dari sel. Tanpa membran sel, sebuah sel tidak mungkin melangsungkan kehidupannya.

Membran sel berfungsi :
  • sebagai pelindung sel, melindungi agar isi sel tidak keluar meninggalkan sel
  • sebagai pengatur transportasi molekul dan reseptor atau penerima rangsangan dari luar sel
  • memelihara perbedaan-perbedaan pokok antara isi sel dengan lingkungannya.
  • sebagai reseptor (penerima) rangsang dari luar
  • mengontrol zat-zat yang boleh masuk maupun keluar meninggalkan sel
  • sebagai tempat terjadinya kegiatan biokimia
  • mengontrol/mengendalikan pertukaran zat antara sitoplasma dan lingkungannya.
Membran sel merupakan bagian terluar sel yang membatasi bagian dalam sel dengan lingkungan luarnya. Membran sel adalah selaput selektif permeabel, artinya hanya dapat dilalui molekul-molekul tertentu (glukosa, asam amino, gloserol dan berbagai ion). Membran sel pada hewan maupun tumbuhan, umumnya terdiri atas tiga lapis yang terstruktur protein-lemak-protein. Ketiga lapisan ini secara bersama-sama disebut lipoprotein. Membran sel mempunyai kemampuan memilikh bahan-bahan yang melintasinya dengan tetap memelihara perbedaan kadar ion di luar dan di dalam sel. Struktur utama yang membentuk membran sel adalah molekul-molekul fosfolipid yang tersusun atas dalam dua lapis. Selain itu terdapat juga molekul kolesterol sehingga membran sel agak kaku. Untuk menjalankan fungsi dengan baik, membran sel dilengkapi dengan molekul-molekul protein dan karbohidrat. Protein-protein ini berfungsi untuk mengatur lalu lintas bahan yang keluar masuk sel dan untuk komunikasi antar sel. Transpor molekul-molekul bahan dari luar sel atau dari dalam sel melalui membran sel berlangsung secara difusi, osmosis atau transport aktif.

2. Inti sel (Cell nucleus)

Inti sel berisi butir-butir kromatin yang dihubungkan oleh benang kromatin yang sangat halus membentuk gulungan benang kromatin yang mengandung bahan genetik, yaitu untaian molekul DNA. Di dalam inti terdapat struktur bulat yang lebih padat dan tidak dibatasi oleh membran. Struktur ini disebut anak inti (nukleolus). Nukleolus dibutuhkan untuk membentuk molekul RNA. Inti sel juga mengandung cairan inti (nukleoplasma) yang tersusun atas molekul asam inti (DNA/RNA), protein inti dan benang-benang kromatin. Inti sel berfungsi untuk mengatur (mengontrol) seluruh aktivitas sel dan pewarisan faktor keturunan. Sedangkan anak inti berfungsi untuk mensintesis berbagai macam molekul RNA, khususnya pembentukan RNA (RNA Ribosom) Bentuk dan penampilan inti sel yang sedang membelah sangat berbeda dengan inti sel yang tidak sedang membelah. Pada saat membelah sudah tidak dapat ditemukan membran inti dan butir-butir kroatin, akan tetapi ditemukan struktur baru seperti benang atau batang yang disebut kromosom. Kromosom berasal dari benang-benang kromatin yang digulung lebih padat dari butir kromatin, sehingga pada kromosom juga terdapat bahan genetik (DNA). DNA dibutuhkan sebagai sandi (kode) untuk pembentukan protein dalam sitoplasma.

Baca Lainnya :  Teks Cerita Sejarah adalah

3. Sitoplasma (Cytoplasm)

Sitoplasma merupakan bagian sel yang hidup yang terdapat di luar inti sel. Sebagian besar aktivitas sel, seperti metabolisme, gerakan dan biosintesis berlangsung di dalam sitoplasma. Oleh karena itu di dalam sitoplasma terdapat berbagai perlengkapan sel yang disebut organel. Di dalam sitoplasma terdapat juga pigmen dan cadangan bahan makanan berupa pati, lemak, tepung dan glikogen.


Perbedaan Sel Tumbuhan dan Sel Hewan

Berikut ini adalah perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan yaitu:

Sel Tumbuhan

Sel Hewan

Sel tumbuhan lebih besar daripada sel hewan. Sel hewan lebih kecil daripada sel tumbuhan.
Mempunyai bentuk yang tetap. Tidak mempunyai bentuk yang tetap.
Mempunyai dinding sel [cell wall] dari selulosa. Tidak mempunyai dinding sel [cell wall].
Mempunyai plastida. Tidak mempunyai plastida.
Mempunyai vakuola [vacuole] atau rongga sel yang besar. Tidak mempunyai vakuola [vacuole], walaupun terkadang sel beberapa hewan uniseluler memiliki vakuola (tapi tidak sebesar yang dimiliki tumbuhan). Yang biasa dimiliki hewan adalah vesikel atau [vesicle].
Menyimpan tenaga dalam bentuk butiran (granul) pati. Menyimpan tenaga dalam bentuk butiran (granul) glikogen.
Tidak Mempunyai sentrosom [centrosome]. Mempunyai sentrosom [centrosome].
Tidak memiliki lisosom [lysosome]. Memiliki lisosom [lysosome].
Nukleus lebih kecil daripada vakuola. Nukleus lebih besar daripada vesikel.

Adapun dasar perbedaan di atas yang menempatkan suatu organisme masuk dalam kelompok hewan atau kelompok tumbuhan. Pada bagian selanjutnya dari bab ini, hanya akan diuraikan secara khusus mengenai sel hewan.


Bentuk Sel Hewan

Sel hewan mempunyai ukuran dan bentuk yang bervariasi untuk setiap individu. Umumnya ukuran sel adalah mikroskopis (ukurannya kecil). Sebagai contoh pada ovum manusia mempunyai diameter 100 µm, erytrosit 10 µm, bakteri 1 µm, dan virus 0,1 µm dan sel-sel lain berkisar 0,4 µm sampai 10 µm. Telur ayam atau telur burung adalah sebuah sel di mana yang disebut sel adalah vitellusnya.  Sel paling besar adalah sel telur angsa, sedangkan sel terpanjang adalah sel otot dan sel saraf pada mamalia. Sesuai dengan fungsinya maka bentuk sel itu menunjukkan variasi yang bermacam-macam. Pada umumnya bentuk sel pada tumbuhan adalah segi empat memanjang atau segi enam, misalnya sel-sel epidermis, sel-sel parenkim.


Di samping itu pada bagian kayu sel-selnya berbentuk serabut (sklerenkim) dan bulat (kolenkim). Sedangkan bentuk sel pada hewan dan manusia juga bermacam-macam, terutama sel-sel jaringan kulit tepi, dapat dibedakan antara lain: 1) Selapis sel bulat pipih disebut sel squamosa simplek, 2) Sel bulat pipih berlapis disebut squamosa komplek, 3) Sel berbentuk kubus disebut kuboid, 4) Sel berbentuk segi empat disebut kolumner. Beberapa hewan juga masih memperlihatkan perbedaan bentuk selnya, misalnya bentuk sel pipih seperti lempeng seperti yang ditemukan pada kulit mamalia yang erat kaitannya dalam membentuk jaringan kulit (integumentum) yang bereran melindungi bagian dalam tubuh hewan dan sekaligus sebagai tempat sekresi cairan tubuh hewan.


Selain itu, juga ditemukan bentuk sel hewan yang memanjang seperti ada sel-sel otot. Hal ini berhubungan dengan fungsinya sebagai alat gerak aktif. Pada sel saraf juga berbentuk memanjang, hanya saja lebih panjang jika dibandingkan dengan sel otot. Bentuk ini berkaitan dengan fungsi sel saraf sebagai penghantar impuls (rangsangan). Terdapat pula bentuk sel hewan yang khusus (bentuknya tidak beraturan) seperti yang ditemukan pada sel permukaan dalam saluran pencernaan, saluran ginjal, sel makrophag dan sel darah putih. Hal tersebut tentu saja berkaitan dengan peranan/fungsinya masing-masing.

Baca Lainnya :  Senam Irama

Organel Sel Hewan

Berikut ini adalah organel-organel sel hewan yaitu:

  • Nukleus

Nukleus atau inti sel merupakan organel sel yang umumnya berbentuk oval dan terbesar jika dibanding organel sel lainnya, dimana berperan penting dalam mengontrol segala aktivitas sel dan sekaligus berfungsi dalam pewarisan sifat (hereditas). Diameter nukleus berkisar antara 10 sampai 20 µm. Bagian- bagian yang melapisi nukleus meliputi membran inti, nukleoplasma, dan nukleolus (anak inti). Gambar struktur dari nukleus/inti sel dapat dilihat pada gambr 1.3 disamping. Membran inti atau karioteka merupakan lapisan pembungkus inti sel. Pada permukaannya terdapat pori-pori yang berfungsi sebagai tempat keluar-masuknya molekul dari sitoplasma ke nukleoplasma. Membran inti ini berhubungan deng an membran sel melalui organel yang disebut retikulum endoplasma. Di dalam nukleus terdapat cairan yang dinamakan nukleoplasma. Cairan nukleoplasma tersusun dari air, asam inti, protein, dan enzim. Sifat cairannya adalah gel. Pada nukleoplasma bisa ditemui benang kromatin.


  • Retikulum Endoplasma

Retikulum endoplasma, sering disingkat RE merupakan sebuah sistem membran yang berlipat-lipat. Dilihat secara tiga dimensi, sistem membran pada retikulum endoplasma bersatu dengan membran sel dan membran inti. Retikulum endoplasma ada yang tampak kasar (RE kasar) atau RE granular dan ada pula yang tampak halus (RE halus) atau RE agranular. Pada permukaan membran RE kasar terdapat ribosom yang menempel. RE kasar berperan dalam pembentukan membran dan protein. Adapun RE halus berperan dalam pembentukan lemak, menetralisir racun, dan penyimpanan kalsium yang berguna pada kontraksi sel otot.


  • Ribosom

Ribosom merupakan struktur yang paling kecil dengan garis tengah lebih kurang 20 nm, berbentuk bulat, dan tersuspensi dalam sitoplasma. Ribosom mengandung RNA dan protein dengan perbandingan yang sama. Ribosom berfungsi sebagai tempat pembuatan protein. Ribosom dapat terikat pada membran retikulum endoplasma atau terdapat bebas dalam matriks sitoplasma. Umumnya, ribosom yang menempel pada RE berfungsi mensintesis protein untuk dibawa keluar sel melalui RE dan golgi kompleks. Sedangkan, ribosom yang terdapat dalam sitoplasma, mensintesis protein untuk keperluan dalam sel. Dalam sel terdapat kelompok yang terdiri atas lima atau enam ribosom yang disebut polisom yang merupakan unit fungsional yang efektif dalam sintesis protein.


  • Mitokondria

Mitokondria adalah organel berbentuk lonjong yang berada di sitoplasma. Mitokondria memiliki dua lapis membran yang terpisah dengan membran inti, membran sel, dan RE. Membran bagian dalam membentuk lipatan-lipatan. Struktur ini disebut krista. Pada krista, terdapat berbagai enzim yang berperan dalam respirasi aerobik. Mitokondria berperan dalam proses respirasi aerobik. Banyaknya jumlah mitokondria dalam sel, bergantung pada seberapa aktif sel-sel tersebut. Misalnya, pada sel otot, memiliki mitokondria lebih banyak dibandingkan sel yang pasif. Semakin banyak mitokondria, semakin tinggi frekuensi proses respirasi.


  • Badan Golgi atau Aparatus Golgi

Badan Golgi disebut juga aparatus Golgi. Badan Golgi berbentuk seperti kantung yang pipih, dibatasi oleh membran. Beberapa badan Golgi sering terlihat berdekatan dan membentuk kantung-kantung yang bertumpuk. Badan Golgi diduga sebagai salah satu bentuk dari sistem membran pada RE. Badan Golgi kadang terlihat berada berdekatan dengan RE. Fungsi badan Golgi terutama dalam pengolahan protein yang baru disintesis. Badan Golgi memotong protein berukuran besar yang dihasilkan ribosom menjadi protein-protein berukuran kecil seperti hormon dan neurotransmiter (bahan penerus informasi pada sistem saraf). Badan Golgi juga berfungsi menambahkan molekul glukosa ketika proses sintesis glikoprotein. Pada sel-sel kelenjar, jumlah badan Golgi lebih melimpah dibandingkan sel-sel lain. Hal ini berhubungan dengan pembentukan sekresi mukus berupa mukopolisakarida yang melibatkan badan Golgi.


Demikian Penjelasan Materi Tentang Sel Hewan: Pengertian, Komponen, Fungsi, Struktur, Perbedaan, Bentuk dan Organel Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi.